Peringatan Keamanan

Peringatan Keamanan: Kerentanan CVE-2026-69240 pada Sequelize ORM

Adam  ·  05 Sep 2026  ·  KUTIM-SA-2026-052  ·  TLP:CLEAR

Peringatan Keamanan: Kerentanan CVE-2026-69240 pada Sequelize ORM
Sumber: Artikel ini diterbitkan ulang oleh KUTIM-CSIRT berdasarkan Security Advisory (Imbauan Keamanan) yang diedarkan Direktorat Operasi Keamanan Siber BSSN kepada Ketua TTIS Organisasi dan TTIS Sektor pada 4 September 2026. Nomor CVE, skor, dan versi terdampak bersumber dari edaran tersebut beserta lampiran resminya, dan telah kami verifikasi ulang ke NVD serta advisory GitHub. Dokumen asli: Security Advisory CVE-2026-69240 pada Sequelize – BSSN/Id-SIRTII.

KUTIM-CSIRT mengimbau pengembang aplikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang membangun layanan berbasis Node.js dengan pustaka ORM Sequelize untuk menindaklanjuti CVE-2026-69240, kerentanan SQL Injection berskor CVSS 9,8 (Critical).

Satu hal yang perlu digarisbawahi sejak awal agar penanganan tepat sasaran: kerentanan ini hanya dapat dieksploitasi apabila aplikasi menggunakan dialect Oracle. Aplikasi yang memakai Sequelize dengan PostgreSQL, MySQL, MariaDB, SQLite, atau SQL Server tidak terdampak oleh celah spesifik ini. Meski demikian, memperbarui pustaka tetap merupakan praktik yang dianjurkan.

Ikhtisar

CVE-2026-69240 adalah kerentanan Improper Neutralization of Special Elements used in an SQL Command — SQL Injection (CWE-89) dengan vektor CVSS:3.1/AV:N/AC:L/PR:N/UI:N/S:U/C:H/I:H/A:H.

Kelemahan terletak pada fungsi escape di berkas sql-string.js. Pada dialect Oracle, ketika Sequelize memproses masukan bertipe string yang diawali dengan TO_TIMESTAMP atau TO_DATE, fungsi tersebut gagal melakukan escaping terhadap karakter tanda petik tunggal (single quote). Akibatnya masukan yang dikendalikan penyerang dapat keluar dari batas nilai literal dan menjadi bagian dari perintah SQL.

Dampak

  • Penyerang dapat menyisipkan arbitrary SQL expression melalui nilai yang diproses aplikasi.
  • Vektor PR:N menunjukkan tidak diperlukan hak akses sebelumnya — selama masukan penyerang mencapai kueri yang terdampak, eksploitasi dapat dilakukan tanpa akun.
  • Kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan basis data sama-sama berisiko: pembacaan data yang tidak berhak, perubahan atau penghapusan data, hingga gangguan layanan.
  • Karena ORM justru dipakai dengan harapan menghilangkan risiko SQL Injection, celah semacam ini cenderung luput dari pemeriksaan kode — pengembang wajar berasumsi lapisan ORM sudah menangani escaping.

Sistem yang Terdampak

ProdukVersi TerdampakVersi Perbaikan
Sequelize (paket npm)Semua versi sebelum 6.37.4 — hanya bila dialect disetel ke oracle6.37.4 atau lebih baru

Prasyarat dialect Oracle bersifat menentukan. Untuk memastikan, periksa nilai dialect pada konfigurasi inisialisasi Sequelize di aplikasi Anda.

Detail Teknis

Dalam SQL, nilai berupa teks dibatasi oleh tanda petik tunggal. Bila masukan pengguna sendiri mengandung tanda petik tunggal dan karakter itu tidak dinetralkan, penyerang dapat menutup lebih awal literal teks tersebut dan menuliskan sintaks SQL miliknya sendiri di belakangnya. Tugas fungsi escape adalah mencegah hal ini, umumnya dengan menggandakan tanda petik agar diperlakukan sebagai karakter biasa.

Pada Sequelize versi rentan, penanganan dialect Oracle memiliki jalur khusus untuk nilai yang diawali TO_TIMESTAMP atau TO_DATE. Kedua fungsi tersebut adalah fungsi konversi tanggal bawaan Oracle, dan tampaknya dimaksudkan agar ekspresi tanggal dapat diteruskan apa adanya ke basis data. Sayangnya jalur khusus itu melewatkan proses escaping — sehingga penyerang yang mampu mengendalikan nilai masukan cukup mengawalinya dengan salah satu kata kunci tersebut agar seluruh isi selanjutnya diteruskan tanpa disaring.

Perbaikan resmi diterapkan pada commit 5deadd2 di repositori Sequelize dan dirilis sebagai versi 6.37.4.

Rekomendasi

  1. Perbarui Sequelize ke versi 6.37.4 atau lebih baru pada seluruh aplikasi Node.js dinas.
  2. Identifikasi lebih dulu aplikasi yang memakai dialect Oracle dan dahulukan penanganannya, karena hanya aplikasi tersebut yang benar-benar terekspos.
  3. Periksa dependensi secara menyeluruh, termasuk yang bersifat transitif: jalankan npm ls sequelize pada setiap proyek untuk memastikan tidak ada versi rentan yang ikut terbawa pustaka lain.
  4. Lakukan validasi dan sanitasi masukan pengguna sebelum diteruskan ke kueri basis data — sebagai pertahanan berlapis, jangan menggantungkan seluruh keamanan pada lapisan ORM.
  5. Hindari menyusun kueri SQL langsung dari masukan yang tidak tepercaya. Gunakan parameterized query atau mekanisme bind parameter bila tersedia.
  6. Waspadai secara khusus nilai masukan yang diawali TO_TIMESTAMP atau TO_DATE pada aplikasi yang belum sempat ditambal, dan tolak pola tersebut di lapisan validasi.
  7. Aktifkan database activity monitoring dan tinjau log untuk mendeteksi indikasi SQL Injection.

Referensi