KUTIM-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang mengembangkan atau menjalankan aplikasi berbasis Ray (mesin komputasi AI terdistribusi) untuk segera menindaklanjuti CVE-2025-62593, kerentanan remote code execution berskor CVSS 9,4 (Critical). Kerentanan ini dimasukkan ke katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) CISA pada 17 Agustus 2026, yang berarti eksploitasinya sudah teramati di dunia nyata.
Ikhtisar
Ray adalah kerangka kerja sumber terbuka untuk menjalankan komputasi Python dan beban kerja AI secara terdistribusi. CVE-2025-62593 (CWE-94, code injection; CWE-352) terdapat pada Ray versi sebelum 2.52.0. Vektor CVSS 4.0 dari pengelola Ray: CVSS:4.0/AV:N/AC:L/AT:N/PR:N/UI:P/VC:H/VI:H/VA:H/SC:H/SI:H/SA:H.
Ray tidak menerapkan autentikasi pada endpoint pengiriman pekerjaan seperti /api/jobs dan /api/job_agent/jobs/. Sebagai pelindung dari serangan lewat peramban, Ray hanya memeriksa apakah header User-Agent berawalan “Mozilla”. Pemeriksaan ini tidak memadai: pada Firefox dan Safari, header tersebut dapat diubah melalui Fetch API. Bila digabung dengan serangan DNS rebinding, sebuah situs atau iklan berbahaya yang dibuka pengguna dapat menjangkau Ray Dashboard dan Jobs API yang berjalan di komputernya atau di jaringan lokal.
UI:P).
Dampak
- Penyerang dapat mengirim pekerjaan berbahaya ke Ray dan menjalankan perintah sembarang tanpa autentikasi.
- Komputer atau server yang menjalankan Ray dapat dikuasai sepenuhnya, termasuk data, kredensial, dan akses ke jaringan di sekitarnya (
VC:H/VI:H/VA:Hdengan dampak lanjutanSC:H/SI:H/SA:H). - Cukup dengan membuka halaman web atau iklan berbahaya (malvertising) pada peramban Firefox atau Safari di komputer yang menjalankan Ray, tanpa unduhan apa pun.
- Klaster Ray yang memuat model AI dan data pelatihan berisiko mengalami pencurian atau perusakan data.
Sistem yang Terdampak
| Produk | Versi Terdampak | Versi Perbaikan |
|---|---|---|
Ray (paket ray dari ray-project) | Semua versi sebelum 2.52.0 | 2.52.0 atau lebih baru |
Detail Teknis
Akar masalahnya adalah ketiadaan autentikasi pada API pengiriman pekerjaan yang dibela hanya oleh heuristik User-Agent. Karena spesifikasi Fetch mengizinkan header itu diubah pada Firefox dan Safari, pembelaan tersebut dapat dilewati. Serangan DNS rebinding kemudian membuat peramban korban menganggap alamat milik penyerang sebagai satu asal dengan layanan Ray yang berjalan lokal. Rincian teknis yang lebih dalam tidak kami muat karena dapat langsung dimanfaatkan.
Rekomendasi
- Inventarisasi pemakaian Ray pada komputer pengembang, server pengujian, maupun klaster produksi, lalu periksa versi paket
rayyang terpasang. - Perbarui Ray ke versi 2.52.0 atau lebih baru.
- Batasi akses ke Ray Dashboard dan Jobs API hanya dari alamat IP atau jaringan yang tepercaya; jangan membukanya ke internet.
- Gunakan firewall, reverse proxy, atau kontrol akses jaringan untuk membatasi endpoint seperti
/api/jobsdan/api/job_agent/jobs/. - Selama pembaruan belum diterapkan, hindari memakai peramban Firefox atau Safari untuk menjelajah situs yang tidak dikenal pada komputer yang sedang menjalankan Ray.
- Karena eksploitasi sudah teramati di dunia nyata, periksa kemungkinan penyusupan: daftar pekerjaan (job) Ray yang tidak dikenal, proses yang tidak lazim, koneksi keluar yang mencurigakan, dan perubahan berkas.
- Laporkan indikasi penyusupan ke KUTIM-CSIRT melalui kanal pelaporan resmi.
Catatan Status Eksploitasi
CVE-2025-62593 tercatat dalam katalog KEV CISA sejak 17 Agustus 2026, sehingga eksploitasi aktif sudah dikonfirmasi. Instansi yang memakai Ray sebaiknya memperlakukan pembaruan ini sebagai prioritas tinggi, termasuk pada komputer pengembang yang sering dianggap tidak berisiko.