Peringatan Keamanan

Peringatan Keamanan: 14 Kerentanan Kernel Linux Periode September 2026 pada Ubuntu, AlmaLinux, dan Debian

Adam  ·  30 Sep 2026  ·  KUTIM-SA-2026-084  ·  TLP:CLEAR

Peringatan Keamanan: 14 Kerentanan Kernel Linux Periode September 2026 pada Ubuntu, AlmaLinux, dan Debian
Sumber: Artikel ini disusun oleh KUTIM-CSIRT dari hasil pemantauan kerentanan, lalu diverifikasi satu per satu ke NVD (NIST), Ubuntu Security Tracker, errata keamanan AlmaLinux dan Red Hat Security Data, Debian Security Tracker, serta katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) CISA. Status perbaikan yang tercantum adalah keadaan per 30 September 2026.

KUTIM-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang mengelola server atau komputer berbasis Linux, khususnya Ubuntu, AlmaLinux dan Debian, untuk menindaklanjuti 14 kerentanan pada kernel Linux yang kernel perbaikannya dirilis para distribusi pada Agustus hingga September 2026. Satu di antaranya berskor CVSS 9,8 (Critical), satu berskor 8,8, dan sisanya berskor 7,1 hingga 8,1.

Perlu ditegaskan sejak awal: langkah perbaikannya berbeda menurut distribusi. AlmaLinux dan Debian sudah memiliki kernel perbaikan untuk seluruh CVE di bawah ini. Ubuntu 26.04 LTS sudah memilikinya untuk 13 dari 14 CVE. Untuk kernel generic Ubuntu 24.04 LTS, 22.04 LTS dan 20.04 LTS, Canonical belum merilis perbaikan, sehingga menjalankan apt upgrade saat ini belum menutup kerentanan tersebut. Seperti semua pembaruan kernel, perbaikan baru berlaku setelah server dinyalakan ulang.

Ikhtisar

Keempat belas CVE ini adalah perbaikan dari pengembang kernel Linux untuk berbagai subsistem: jaringan (traffic control, IPsec/xfrm, QRTR, Unix domain socket), nirkabel (Wi-Fi mac80211 dan nl80211, Bluetooth), virtualisasi (KVM dan virtio-rng), pengelolaan kunci kernel (KEYS), penyimpanan (zram), serta driver grafis AMD. Mayoritas bertipe use-after-free, penulisan atau pembacaan di luar batas memori, dan race condition.

Ada dua hal yang perlu dibedakan saat membaca skornya:

  • Skor tinggi tidak otomatis berarti dapat diserang dari internet. CVE-2026-64530 diberi skor 9,8 dengan vektor jaringan oleh penerbit CVE, tetapi uraiannya menunjukkan celah hanya terjangkau pada server yang memakai konfigurasi traffic control tertentu. Red Hat menggolongkannya Important, bukan Critical. NVD juga baru menerima data CVE ini dan belum menganalisisnya.
  • Sebagian besar celah bersifat lokal atau bergantung pada perangkat keras. Tiga belas dari keempat belas CVE memerlukan akses lokal ke server atau kedekatan fisik jaringan nirkabel (Bluetooth atau Wi-Fi) dan, di banyak kasus, modul kernel yang bersangkutan harus aktif. Server tanpa antarmuka Bluetooth dan Wi-Fi umumnya tidak terpapar celah nirkabelnya.

Dampak

  • Eksekusi kode atau kenaikan hak akses. Kerusakan memori di dalam kernel (use-after-free, penulisan di luar batas) yang berhasil diarahkan penyerang dapat memberi kendali penuh atas server.
  • Gangguan layanan. Pada banyak kasus dampak paling mungkin adalah kernel panic, yaitu server berhenti mendadak dan harus dinyalakan ulang.
  • Kebocoran data kernel. Pembacaan di luar batas (CVE-2026-53254 dan CVE-2026-64456) dapat membuka isi memori kernel. CVE-2026-64456 relevan bagi mesin virtual karena sumber masalahnya adalah data yang dilaporkan oleh perangkat virtio-rng dari sisi hypervisor.
  • Dampak pada host virtualisasi. CVE-2026-64561 berada di KVM pada host virtualisasi. Penilaian skornya mencantumkan perubahan cakupan (scope changed), yaitu dampaknya dapat melampaui komponen yang rentan; NVD belum menguraikan dampak rincinya.
  • Serangan dari perangkat berdekatan. CVE-2026-53254, CVE-2026-53256 dan CVE-2026-63869 memerlukan penyerang yang berada dalam jangkauan Bluetooth atau Wi-Fi server, bukan dari internet.

Sistem yang Terdampak

DistribusiVersi TerdampakVersi Perbaikan
AlmaLinux 10Semua versi kernel sebelum 6.12.0-211.56.1.el10_26.12.0-211.56.1.el10_2 atau lebih baru (menutup seluruh 14 CVE)
AlmaLinux 9Semua versi kernel sebelum 5.14.0-687.49.1.el9_85.14.0-687.49.1.el9_8 atau lebih baru (menutup 12 CVE yang berlaku untuk AlmaLinux 9)
AlmaLinux 8Semua versi kernel sebelum 4.18.0-553.166.1.el8_104.18.0-553.166.1.el8_10 atau lebih baru (menutup 9 CVE yang berlaku untuk AlmaLinux 8)
Ubuntu 26.04 LTS (kernel linux generic)Semua versi kernel sebelum 7.0.0-34.347.0.0-34.34 atau lebih baru (USN-8816-1) menutup 13 CVE. CVE-2026-64561 belum diperbaiki, status Canonical: Vulnerable, work in progress
Ubuntu 24.04 LTS (kernel linux generic)Semua versi kernel yang tersedia saat iniBelum tersedia, status Canonical: Vulnerable, work in progress. Kernel HWE (linux-hwe-7.0) menerima 7.0.0-34.34~24.04.1 yang menutup 13 CVE
Ubuntu 22.04 LTSSemua versi kernel yang tersedia saat ini (10 CVE berlaku)Belum tersedia, status Canonical: Vulnerable atau Vulnerable, work in progress
Ubuntu 20.04 LTSSemua versi kernel yang tersedia saat ini (8 CVE berlaku)Belum tersedia, status Canonical: Vulnerable
Debian 13 (trixie)Semua versi kernel sebelum 6.12.101-16.12.101-1 atau lebih baru (menutup seluruh 14 CVE)
Debian 12 (bookworm)Semua versi kernel sebelum 6.1.187-16.1.187-1 atau lebih baru (menutup CVE yang berlaku untuk Debian 12)

Ubuntu 20.04 LTS berada pada fase dukungan lanjutan (Ubuntu Pro/ESM), sehingga perbaikannya hanya tersedia bagi pelanggan layanan tersebut. Jumlah CVE yang berlaku per distribusi mengikuti tracker masing-masing vendor; CVE yang tidak berlaku tercatat Not affected atau tidak tercantum.

Rincian CVE

Kolom terakhir menunjukkan kernel AlmaLinux pertama yang menutup CVE tersebut, berurutan untuk AlmaLinux 10 / 9 / 8, dengan tanda — bila CVE tidak berlaku untuk rilis itu. Nomor CVE tertaut ke NVD. Skor dan vektor mengikuti NVD (penilaian CNA bila NVD belum menganalisis).

CVESkor CVSSJenisRingkasanPerbaikan AlmaLinux 10 / 9 / 8
CVE-2026-645309,8 (Critical)Use-after-freeTraffic control (net/sched): hasil klasifikasi TC_ACT_CONSUMED tidak ditangani pada qevent sehingga paket yang sudah dilepas masih dipakai. Hanya pada konfigurasi traffic control tertentu.6.12.0-211.42.1 / 5.14.0-687.33.1 / 4.18.0-553.150.1
CVE-2026-645618,8 (High)Kesalahan logika, melanggar invarian KVMKVM x86: pemeriksaan akar MMU yang usang dilakukan pada urutan yang salah, sehingga halaman tabel yang tidak valid masuk ke daftar halaman aktif.6.12.0-211.39.1 / 5.14.0-687.30.1 / 4.18.0-553.147.1
CVE-2026-532548,1 (High)Pembacaan di luar batas (CWE-125)Bluetooth RFCOMM: panjang paket tidak divalidasi pada penangan pesan kontrol, sehingga perangkat berdekatan yang berniat jahat dapat memicu pembacaan di luar batas.6.12.0-211.53.1 / 5.14.0-687.47.1 / 4.18.0-553.166.1
CVE-2026-532568,0 (High)Use-after-free (CWE-416)Bluetooth RFCOMM: soket pendengar tidak dikunci referensinya saat koneksi masuk, sehingga dapat dibebaskan bersamaan dengan pemakaiannya.6.12.0-211.53.1 / 5.14.0-687.47.1 / 4.18.0-553.166.1
CVE-2026-529477,8 (High)Use-after-free (CWE-416)QRTR: hitungan referensi soket dikurangi sebelum port dihapus dari tabelnya, membuka celah race dengan pembaca lain.6.12.0-211.53.1 / 5.14.0-687.47.1 / 4.18.0-553.163.1
CVE-2026-532397,8 (High)Use-after-free (CWE-416)IPsec (xfrm): race condition antara penghapusan kebijakan dan pembangunan ulang tabel hash pada penampung kebijakan tak-pasti (inexact bin).6.12.0-211.55.1 / 5.14.0-687.49.1 / 4.18.0-553.164.1
CVE-2026-638247,8 (High)Buffer overflowPengelolaan kunci kernel (KEYS), fungsi keyctl_pkey_params_get_2(): ukuran penyangga keluaran dihitung keliru sehingga melimpah bila penyangga dari pemanggil terlalu kecil.6.12.0-211.51.1 / 5.14.0-687.44.1 / —
CVE-2026-531367,8 (High)Penulisan di luar batas (CWE-787)Driver grafis AMD (drm/amd/display): jumlah register retimer HDMI dari tabel VBIOS tidak dibatasi ke ukuran larik tujuan saat driver diinisialisasi.6.12.0-211.49.1 / 5.14.0-687.41.1 / 4.18.0-553.156.1
CVE-2026-531857,8 (High)Use-after-free (CWE-416)zram: pada penulisan parsial dengan perangkat writeback, halaman dibebaskan sementara pembacaan asinkron masih berjalan.6.12.0-211.50.1 / 5.14.0-687.42.1 / 4.18.0-553.159.1
CVE-2026-531827,8 (High)Pelampauan batas penyanggaWi-Fi nl80211: daftar elemen RNR yang terlalu besar tidak ditolak, padahal jumlahnya disimpan pada bidang 8-bit yang menentukan ukuran alokasi.6.12.0-211.53.1 / 5.14.0-687.47.1 / 4.18.0-553.163.1
CVE-2026-532097,8 (High)Penulisan di luar batas (CWE-787)Bluetooth (hci_sync): data pengumuman siaran (Broadcast Announcement) yang ditambahkan ke muatan iklan maksimum dapat melampaui penyangga sementara.6.12.0-211.53.1 / 5.14.0-687.47.1 / —
CVE-2026-644567,7 (High)Pembacaan di luar batasvirtio-rng: panjang data yang dilaporkan perangkat tidak dibatasi, sehingga kernel guest membaca melewati penyangga bawaan.6.12.0-211.56.1 / — / —
CVE-2026-638697,6 (High)Pergeseran bit di luar batasWi-Fi mac80211: nilai indeks antena pada frame yang disuntikkan dari ruang pengguna dipakai langsung sebagai jumlah pergeseran bit tanpa dibatasi.6.12.0-211.56.1 / 5.14.0-687.49.1 / —
CVE-2026-533617,1 (High)Race conditionUnix domain socket: penanda gc_in_progress bisa bernilai salah saat garbage collector penunjuk berkas berjalan, sehingga keadaan pengumpulan sampah menjadi tidak konsisten.6.12.0-211.47.1 / — / —

Seluruh skor berasal dari vektor CVSS 3.1. Perlu dicatat bahwa untuk lima CVE yang masih berstatus Awaiting Analysis atau Received di NVD (CVE-2026-64530, CVE-2026-64561, CVE-2026-64456, CVE-2026-63824, dan CVE-2026-63869) skornya adalah penilaian penerbit CVE yang dapat berubah setelah NVD selesai menganalisis.

Detail Teknis

Use-after-free dan race condition. Sebagian besar celah dalam daftar ini terjadi ketika kernel membebaskan sebuah objek memori tetapi masih menyimpan penunjuk ke objek itu, atau ketika dua alur kerja bersamaan mengubah data yang sama tanpa penguncian yang tepat. Bila penyerang berhasil mengisi ulang memori yang sudah dibebaskan dengan data buatannya, alur kerja kernel dapat dibelokkan. Contohnya pada CVE-2026-52947 (QRTR) dan CVE-2026-53239 (IPsec).

Batas penyangga yang tidak diperiksa. Pada CVE-2026-63824, CVE-2026-53182 dan CVE-2026-53209, kernel menyalin atau menghitung data tanpa memastikan ukurannya muat di penyangga tujuan. Dalam kasus CVE-2026-53136, sumber datanya adalah tabel pada firmware VBIOS kartu grafis, sehingga dampaknya terutama pada server atau workstation yang memakai GPU AMD.

Mengapa subsistem dan perangkat menentukan risiko. Kernel Linux memuat ratusan modul, dan sebagian besar tidak aktif pada server web atau aplikasi pada umumnya. Modul qrtr, rfcomm (Bluetooth), mac80211 (Wi-Fi), zram, atau virtio_rng jarang dibutuhkan atau tidak ada perangkatnya pada server. Selama modulnya tidak termuat, celah di dalamnya tidak dapat dijangkau. Namun kernel yang tidak ditambal tetap membawa kode yang rentan, sehingga pemasangan kernel perbaikan tetap menjadi langkah utama.

Penilaian skor. Red Hat menilai CVE-2026-64530, CVE-2026-63824, CVE-2026-53136, CVE-2026-53361 dan CVE-2026-63869 sebagai Important, dan sisanya Moderate. Prioritas penanganan karena itu sebaiknya mempertimbangkan fungsi server (apakah memakai virtualisasi KVM, Bluetooth, Wi-Fi, IPsec, atau traffic control), bukan hanya angka CVSS.

Rekomendasi

Untuk server AlmaLinux 8, 9 dan 10 serta Debian 12 dan 13 (perbaikan sudah tersedia):

  1. Perbarui kernel ke versi perbaikan pada tabel di atas atau yang lebih baru. Pada AlmaLinux gunakan dnf update kernel. Pada Debian gunakan pembaruan paket kernel dari repositori keamanan resmi.
  2. Nyalakan ulang server. Kernel baru baru berlaku setelah reboot. Server yang sudah memasang paket kernel baru tetapi belum dinyalakan ulang masih menjalankan kernel lama yang rentan.
  3. Pastikan kernel yang berjalan sudah berganti dengan membandingkan uname -r terhadap versi perbaikan di atas.
  4. Jadwalkan reboot pada jam dengan beban layanan rendah, dan pastikan cadangan (snapshot) tersedia sebelumnya.

Untuk server Ubuntu:

  1. Ubuntu 26.04 LTS dan Ubuntu 24.04 LTS dengan kernel HWE: pasang kernel 7.0.0-34.34 (26.04) atau 7.0.0-34.34~24.04.1 (24.04 HWE) lewat pembaruan paket kernel, lalu nyalakan ulang server. CVE-2026-64561 (KVM) belum diperbaiki pada kedua jalur ini, sehingga server yang menjalankan mesin virtual KVM perlu memantau Ubuntu Security Notices.
  2. Ubuntu 24.04 LTS (kernel generic), 22.04 LTS dan 20.04 LTS: jangan menganggap apt upgrade sudah menutup celah ini. Tetap lakukan pembaruan rutin, tetapi pantau Ubuntu Security Notices sampai kernel perbaikan untuk rilis Anda terbit, lalu pasang dan nyalakan ulang server.
  3. Nonaktifkan modul kernel yang tidak dipakai sebagai mitigasi sementara. Periksa modul yang termuat dengan lsmod. Bila qrtr, rfcomm, bluetooth, mac80211 atau zram tidak dibutuhkan, cegah pemuatannya dengan menambahkan baris install <nama_modul> /bin/false pada berkas di /etc/modprobe.d/. Lakukan hanya untuk modul yang dipastikan tidak dipakai; zram, misalnya, sering dipakai sebagai swap terkompresi.
  4. Bagi pelanggan Ubuntu Pro, aktifkan Canonical Livepatch agar perbaikan kernel dapat diterapkan segera setelah dirilis.
  5. Matikan perangkat keras nirkabel yang tidak dipakai (Bluetooth dan Wi-Fi) di BIOS atau lewat pengaturan sistem pada server, karena tiga CVE di atas hanya terjangkau dari perangkat yang berada dalam jangkauan radio.

Berlaku umum: lakukan inventarisasi terlebih dahulu, yaitu daftar server Linux yang dikelola beserta distribusi dan versi kernel yang sedang berjalan (bukan sekadar yang terpasang). Pada host virtualisasi KVM, prioritaskan pembaruan kernel host karena CVE-2026-64561 berada di sisi host. Perangkat Daerah yang membutuhkan pendampingan dapat menghubungi KUTIM-CSIRT melalui csirt@kutaitimurkab.go.id atau kanal pelaporan resmi.

Catatan Status Eksploitasi

Berdasarkan pemeriksaan KUTIM-CSIRT terhadap katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) CISA versi 30 September 2026, tidak satu pun dari 14 CVE ini tercatat sedang dieksploitasi secara aktif. Statusnya adalah belum tercatat di KEV CISA per 30 September 2026, dan hal itu tidak menjamin celah ini tidak akan dimanfaatkan. Kernel Linux sudah beberapa kali menjadi sasaran eksploitasi aktif; lima CVE kernel lain yang lebih lama telah masuk KEV dan dibahas pada artikel tersendiri. Prioritas penanganan karenanya ditentukan oleh skor keparahan dan pemakaian subsistem terkait di masing-masing server.

Referensi