KUTIM-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mewaspadai kerentanan kritis pada MariaDB Server yang teridentifikasi dengan nomor CVE-2026-32710. Kerentanan ini memperoleh skor CVSS v3.1 sebesar 9.9 (Critical) menurut penilaian NIST.
Mengingat MariaDB banyak dipakai sebagai basis data pada berbagai aplikasi layanan publik, kerentanan ini berpotensi menimbulkan dampak yang luas apabila tidak segera ditangani.
Ikhtisar
CVE-2026-32710 merupakan kerentanan heap-based buffer overflow (CWE-122) pada fungsi JSON_SCHEMA_VALID() di MariaDB Server. Kerentanan dapat dipicu oleh pengguna yang telah terotentikasi melalui pemanggilan fungsi tersebut dengan masukan yang disusun secara khusus.
Eksploitasi yang berhasil dapat menyebabkan proses server MariaDB mengalami kegagalan (crash). Pada kondisi tertentu yang melibatkan pengendalian tata letak memori, kerentanan ini berpotensi dieskalasi menjadi eksekusi kode jarak jauh (Remote Code Execution).
Dampak
Eksploitasi yang berhasil dapat memberi penyerang konsekuensi sebagai berikut:
- Gangguan layanan basis data yang parah hingga server tidak dapat diakses (aspek ketersediaan).
- Pada kondisi tertentu, eksekusi kode arbitrer yang berpotensi mengakses seluruh data basis data (aspek kerahasiaan dan integritas).
- Pemanfaatan server basis data yang dikuasai sebagai titik pijak untuk menyerang sistem lain.
Sistem yang Terdampak
| Produk | Versi Terdampak | Versi Perbaikan |
|---|---|---|
| MariaDB Server | 11.4.1 – 11.4.9 | 11.4.10 |
| MariaDB Server | 11.8.1 – 11.8.5 | 11.8.6 |
| MariaDB Server | 12.1.2 | Ikuti rilis perbaikan resmi MariaDB |
Detail Teknis
Akar masalah berada pada implementasi fungsi JSON_SCHEMA_VALID() yang digunakan untuk memvalidasi dokumen JSON terhadap suatu skema.
Ketika fungsi memproses skema JSON yang disusun secara khusus, terjadi kesalahan penghitungan ukuran buffer pada area heap. Akibatnya, data yang ditulis melampaui batas buffer yang dialokasikan (heap buffer overflow) sehingga merusak struktur memori di sekitarnya.
Kondisi kerusakan memori ini menyebabkan proses server berhenti. Apabila penyerang mampu mengendalikan tata letak memori dengan cermat, kerusakan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mengarahkan alur eksekusi dan mencapai eksekusi kode jarak jauh.
Rekomendasi
- Lakukan pembaruan. Tingkatkan MariaDB Server ke versi 11.4.10, 11.8.6, atau rilis perbaikan terbaru sesuai cabang yang digunakan.
- Terapkan hak akses minimal. Batasi akun basis data agar hanya memiliki privilese yang benar-benar diperlukan, sehingga pengguna tidak tepercaya tidak dapat memicu fungsi yang rentan.
- Batasi akses jaringan. Pastikan port basis data tidak terekspos langsung ke internet dan hanya dapat diakses oleh aplikasi yang sah.
- Aktifkan pemantauan. Konfigurasikan pemantauan untuk mendeteksi kegagalan proses server serta pola kueri yang tidak wajar.
- Lakukan pencadangan rutin. Pastikan tersedia cadangan data terbaru untuk pemulihan apabila terjadi gangguan.
Perangkat Daerah yang menemukan indikasi eksploitasi atau membutuhkan pendampingan teknis dapat menghubungi KUTIM-CSIRT melalui kanal pelaporan resmi.
Referensi
- NVD — CVE-2026-32710
- MariaDB — MariaDB Security