Peringatan Keamanan

Peringatan Keamanan: Kerentanan CVE-2026-2005 pada PostgreSQL Berpotensi Eksekusi Kode Jarak Jauh

Admin  ·  13 Feb 2026

Peringatan Keamanan: Kerentanan CVE-2026-2005 pada PostgreSQL Berpotensi Eksekusi Kode Jarak Jauh

KUTIM-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mewaspadai kerentanan pada PostgreSQL yang teridentifikasi dengan nomor CVE-2026-2005. Kerentanan ini memperoleh skor CVSS v3.1 sebesar 8.8 (High).

Mengingat PostgreSQL banyak dipakai sebagai basis data pada berbagai aplikasi layanan publik, kerentanan ini berpotensi menimbulkan dampak yang serius apabila tidak segera ditangani.

Ikhtisar

CVE-2026-2005 merupakan kerentanan heap-based buffer overflow (CWE-122) pada ekstensi pgcrypto di PostgreSQL. Ekstensi pgcrypto menyediakan fungsi kriptografi seperti enkripsi, dekripsi, dan hashing.

Kerentanan terjadi ketika pgcrypto memproses ciphertext (data terenkripsi) yang dikendalikan penyerang. Eksploitasi yang berhasil dapat berujung pada eksekusi kode arbitrer dengan hak akses pengguna sistem operasi yang menjalankan basis data.

Dampak

Eksploitasi yang berhasil dapat memberi penyerang konsekuensi sebagai berikut:

  • Eksekusi kode arbitrer pada server basis data dengan hak akses pengguna layanan PostgreSQL.
  • Akses tidak sah terhadap seluruh data yang dikelola basis data (aspek kerahasiaan).
  • Perubahan atau penghapusan data pada basis data (aspek integritas).
  • Gangguan layanan hingga server tidak dapat diakses (aspek ketersediaan).
  • Pemanfaatan server yang dikuasai sebagai titik pijak untuk menyerang sistem lain.

Sistem yang Terdampak

ProdukVersi TerdampakVersi Perbaikan
PostgreSQL 18Semua versi sebelum 18.218.2
PostgreSQL 17Semua versi sebelum 17.817.8
PostgreSQL 16Semua versi sebelum 16.1216.12
PostgreSQL 15Semua versi sebelum 15.1615.16
PostgreSQL 14Semua versi sebelum 14.2114.21

Detail Teknis

Akar masalah berada pada penanganan masukan ciphertext oleh ekstensi pgcrypto. Saat memproses data terenkripsi yang dibentuk secara khusus, terjadi kesalahan penghitungan ukuran buffer pada area heap.

Akibatnya, data yang ditulis melampaui batas buffer yang dialokasikan (heap buffer overflow). Pihak yang dapat memasok ciphertext ke fungsi pgcrypto, misalnya pada aplikasi yang mendekripsi data masukan pengguna, berpotensi mengeksploitasi kondisi ini untuk mengeksekusi kode arbitrer sebagai pengguna sistem operasi yang menjalankan basis data.

Rekomendasi

  • Lakukan pembaruan. Tingkatkan PostgreSQL ke versi 18.2, 17.8, 16.12, 15.16, atau 14.21 sesuai cabang yang digunakan.
  • Audit penggunaan pgcrypto. Identifikasi aplikasi yang memproses ciphertext dari masukan pengguna melalui ekstensi pgcrypto dan prioritaskan pembaruannya.
  • Terapkan hak akses minimal. Pastikan proses PostgreSQL berjalan dengan privilese sistem operasi seminimal mungkin untuk membatasi dampak eksploitasi.
  • Batasi akses jaringan. Pastikan port basis data tidak terekspos langsung ke internet.
  • Aktifkan pemantauan. Konfigurasikan pemantauan untuk mendeteksi kegagalan proses dan aktivitas yang tidak wajar.

Perangkat Daerah yang menemukan indikasi eksploitasi atau membutuhkan pendampingan teknis dapat menghubungi KUTIM-CSIRT melalui kanal pelaporan resmi.

Referensi